Sejarah Turnamen


Daya tarik yang luas dan reputasi AFF Suzuki Cup terus berkembang pada tahun 2012 dengan jumlah masa yang banyak dan jutaan pasang mata yang menyaksikan aksi tersebut di televisi dan menasbihkan Singapura sebagai juara untuk yang keempat kalinya.

Delapan tim nasional terkemuka di ASEAN memamerkan skill mereka dalam 18 pertandingan penuh drama dengan melahirkan 48 gol, mulai dari jarak dekat sampai jarak jauh.

Turnamen yang pertama kali dimainkan pada tahun 199, penerus Piala Tiger dan Kejuaraan Sepak bola ASEAN, memperbaharui persaingan lama dan bintang baru yang membuat orang-orang terpaku oleh permainan indah mereka.

Dua tahun sekali, piala Suzuki AFF memperkuat gairah yang dirasakan dalam pertandingan di seluruh ASEAN dengan puluhan ribu fans yang datang berbondong-bondong ke stadion dan menghasilkan teriakan yang unik yang menjadi karakter dalam pertandingan sepakbola di asia tenggara.

Singapura berhak menyatakan dirinya “yang terbaik di ASEAN” dengan mengangkat tropi AFF Suzuki Cup dengan agregat kemenangan 3-2, (3-1, 0-1) atas Thailand.

Perjalanan menuju final sempat goyah dengan kekalahan 1-0 saat melawan Indonesia dalam fase grup, di antara kemenangan fantastis di laga pembuka 3-0 atas juara bertahan Malaysia, dan laga kemenangan dramatis 4-3 melawan laos.

Khairul Amri mencetak satu-satunya gol pada leg kedua melawan Filipina untuk mengantarkan Singapura melaju ke final melawan Thailand yang mengakhiri perjalanan Malaysia dengan kemenangan agregat 3-1 (1-1, 2,0).

Pelatih Radojko Avramovic mengatakan bahwa timnya pantas menang di final dan berhak mengklaim sebagai raja sepak bola ASEAN.

“Mengapa tidak (panggilan tim kami sebagai tim terbaik di kawasan regional)”, katanya, setelah leg-2 final di Stadion Supachalasai, Bangkok. “Saya pikir kami layak mendapat gelar tersebut. Kami mendominasi dalam pertandingan pertama (di Singapura) dan mencetak cukup goal untuk memenangkan gelar tersebut.

“Itu adalah pertandingan yang memakan waktu lama, dan akhirnya kedua tim terbaik masuk ke final. Saya ragu Thailand akan kalah. Mereka mencoba lakukan yang terbaik (di Bangkok) dan kami juga mencoba lakukan yang terbaik di Singapura. Kami mengalahkan mereka di Singapura dan mereka mengalahkan kami di Bangkok.”

Turnamen perdana di Singapura pada tahun 1996 terbukti menjadi dua minggu tontonan sepakbola yang tak terlupakan, yang mengundang kerumunan besar di Stadion Nasional dengan jutaan penonton yang menyaksikan di televisi.

Tim favorit Thailand mengangkat trofi setelah mengalahkan Malaysia 1-0 di laga final yang keras. Turnamen perdana ini telah menjadi kompetisi menarik yang akan terus menarik perhatian penggemar di seluruh Asia Tenggara.

Gairah itu bahkan lebih jelas dua tahun kemudian ketika turnamen ini dimainkan di Vietnam. Menunggangi gelombang euforia nasional, tuan rumah menyapu semua sebelum mereka, mengalahkan juara bertahan Thailand 3-0 untuk mencapai final. Gelar juara luput dari genggamanVietnam, saat mereka takluk 0-1 dari Singapura di final, yang menjadi salah satu kejutan terbesar kompetisi hingga saat ini.

Thailand menegaskan kembali dominasi mereka ketika mereka menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya pada tahun 2000. Dengan striker Kiatisuk sebagai pemain yang menginspirasi tim, para pemain Thailang mendukung jalan mereka untuk mendapat gelar tersebut dengan memenangkan lima laga yang dilakoni. Pada final di stadion Rajamangala Bangkok, hat-trick dari Worawoot Srimaka mengantarkan Kemenangan Thailand 4-1 atas Indonesia.

Pada turnamen tahun 2002 itu lebih berat diperebutkan oleh Thailand yang lolos ke semi-final setelah kalah 3-1 dari Malaysia dan imbang 1-1 dengan Singapura di babak penyisihan grup. Thailand memimpin 2-0 di babak pertama atas tuan rumah Indonesia dalam dinal di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, Indonesia mampu bangkit untuk menyamalakn kedudukan, dan memaksa laga berakhir dengan adu penalty, di mana Thailand menang 4-2.

Dalam upaya mereka untuk merebut gelar ketiga berturut-turut pada tahun 2004, Thailand mendapat sebutan 'darah muda' tapi gagal mewujudkan ambisinya, bahakn tersingkir di babak penyisihan grup di Malaysia. Tuan rumah lainnya, Vietnam gagal mencapai semifinal, yang mempertemukan Singapura dengan Myanmar, sementara Malaysia menghadapi Indonesia.

Singapura yang berhadapan dengan Indonesia di final, memenangkan laga yang dramatis dengan Singapura merebut gelar kedua mereka dalam agregat kemenangan 5-2 (3-1, 2-1) dengan pertunjukan para pemain yang sangat hebat.

Singapore dipandu oleh pelatih inspiratif, Avramovic, mempertahankan gelar dengan penuh perjuangan pada awal 2007 dengan menyingkirkan Thailand 3-2 pada pertandingan final.

Pada tahun 2008, Vietnam menaklukkan tim favorit Thailand untuk mengangkat piala AFF Suzuki untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka secara dramatis pada turnamen tersebut. Dengan tambahan waktu tiga menit yang berlalu di stadium My Dinh di Hanoi, superstar striker vietnam Le Cong Vinh menutup gelar dengan anggukan kepalanya sangat berharga untuk menjadikan warga menjadi hiruk-pikuk.

Gol emas dari sang golden boy diperoleh Vietnam untuk hasil imbang 1-1 dengan Thailand dan kemenangan agregat 3-2 setelah kemenangan mengejutkan mereka di leg pertama final di bangkok. “Aku merasa gembira saat ini,” kata pelatih Vietnam Henrique Calisto. “Perbedaan dengan tim ini dibandingkan dengan sisi vietnam di masa lalu adalah bahwa mereka percaya pada diri mereka sendiri dan mereka berjuang sampai peluit akhir.”

Tim muda Malaysia melahirkan kisah sukses dari AFF Suzuki Cup 2010. Setelah aksi terbaik yang pernah mereka lakukan, kemenangan 2-0 atas Vietnam di leg pertama semi-final, mereka mengalahkan Indonesia dengan kemenangan agregat 4-2 di dua leg final untuk memicu rasa sukacita di seluruh negara yang lapar kesuksesan gelar.

Saya sangat, sangat, sangat bangga kepada pemain karena mereka telah melakukan pekerjaan yang tebaik untuk negeri kami,” kata pelatih K.Rajagopal.

AFF Suzuki Cup kala itu menjadi saksi bagaimana juara tiga kali Thailand dan Singapore gagal lolos ke semifinal, sementara tim yang lolos dari babak kualifikasi, Filipina dan laos, justru memperlihatkan penampilan yang mengejutkan.


#AFFSuzukiCup

Baru permulaan bagi anak asuh Kiatisuk
23-Dec-2014
Tak ada keraguan ketika darah muda unggul atas pengalaman dalam final AFF Suzuki Cup tahun ini.
Tim Thailand menerima sambutan bak pahlawan di Bangkok
22-Dec-2014
Puluhan ribu orang memadati jalanan di Bangkok, Minggu, saat Thailand membawa kembali tropi juara ke ibukota negara itu setelah memenangkan gelar AFF Suzuki Cup untuk menyamai rekor juara empat kali.
Shukor membuka jalan bagi generasi lebih muda
21-Dec-2014
Kendati hampir membawa timnya meraih gelar dan mengangkat tropi juara AFF Suzuki Cup, kapten Malaysia Shukor Adan menegaskan bahwa ia tidak akan kembali ke arena internasional setelah berakhirnya turnamen ini.
‘Tendangan Bebas yang gagal‘ menjadi keuntungan Thailand
21-Dec-2014
Sebuah eksekusi tendangan bebas yang buruk dari Charyl Chappuis akhirnya malah menjadi keuntungan bagi Thailand di final AFF Suzuki Cup setelah gelandang kelahiran Swiss tersebut berada dalam posisi yang tepat untuk...

AFF Suzuki Cup Top 10 Goals
20-Dec-2016
AFF Suzuki Cup Veterans
20-Dec-2016
AFF Suzuki Cup Youngsters
20-Dec-2016
Match highlights: Thailand 2-0 Indonesia
17-Dec-2016


Suzuki logo AEON Logo Ajinomoto logo Epson logo GT Radial logo Konica Minolta logo Toshiba logo Nikon logo Mitre logo Kumon logo Hyundai Heavy Industries logo Family Mart logo